(Smando_hms) Setiap akhir semester, lazimnya sekolah mengadakan asesmen. Tes atau asesmen ini bertujuan mengukur capaian kompetensi belajar murid selama satu semester.
Demikian juga yang diagendakan SMA Negeri 1 Andong. Sebanyak 966 murid kelas X, XI, maupun kelas XII akan mengikuti agenda rutin ini. Dalam kegiatan ini, semua sepakat untuk mengutamakan kejujuran dalam menyelesaikan soal-soal yang sudah disediakan oleh panitia.
Pelaksanaan asesmen dimulai 26 November sampai 5 Desember 2025. Karena ada pembangunan 9 ruang kelas, pelaksanaan asesmen kelas XI dan XII dilaksanakan bergantian, sehari masuk sehari belajar di rumah. Sementara, untuk yang kelas X karena mata pelajarannya lebih banyak, maka setiap hari mereka masuk.
Secara teknis, peserta asesmen dibagi untuk menempati 18 ruang yang telah disediakan. Masing-masing ruang rata-rata 36 murid yang dibagi dalam dua jenjang kelas berbeda. Di dalam satu ruang, terdapat dua pengawas yang diambil dari unsur guru.
Hal ini dilakukan tentu untuk menjaga kondusivitas jalannya asesmen serta meminimalisir kemungkinan terjadinya kecurangan. Bukan itu saja dengan pengaturan tersebut, peserta asesmen mendapatkan kenyamanan selama mengerjakan soal-soal yang materinya disampaikan selama satu semester oleh guru mapelnya masing-masing.
Terlebih, menurut amatan penulis, sembilan (9) ruang yang digunakan sudah terdapat fasilitas AC. Sementara 9 kelas lainnya terdapat kipas pendingin ruangan. Terkait dengan pengerjaan asesmen, murid diberi waktu 120 menit untuk menyelesaikan 40 soal pilihan ganda dan 5 soal isian setiap mapel.
Wakil kepala urusan kurikulum, Danan Winarno, S.Kom., berpendapat, ASAS bukan hanya sekadar menguji, tetapi merupakan tolok ukur keberhasilan proses pembelajaran yang telah dilaksanakan oleh guru selama satu semester. “Integritas dan kualitas dari pelaksanaan ASAS, pengawas harus menciptakan suasana yang tertib, jujur, dan adil,” ungkapnya.
Senada dengan hal di atas, guru TIK ini juga menekankan, pelaksanaan asesmen harus nol toleransi terhadap segala bentuk kecurangan. “Hasil asesmen harus benar-benar mencerminkan kemampuan murni peserta didik. Dengan demikian, Smando akan memiliki siswa yang benar-benar berkualitas, mampu mengharumkan nama sekolah,” pungkasnya. (*)
Humas_smando

