Pagi itu, Sabtu (15/11), hari yang berbeda. Halaman depan SMA Negeri 1 Andong sudah dipadati calon Pramuka Penegak Laksana yang akan menguji ketangguhannya. Tepat pukul 06.00 WIB, 26 Pramuka Penegak dari Ambalan 02.130 Kresna dan 02.131 Dewi Kunti berkumpul untuk memulai rangkaian Pelantikan Penegak Laksana 2025. Agenda ini sejak awal dijanjikan sebagai “kegiatan menarik dan menantang”.
Setelah dibuka oleh pembina, Kak Hasan, rombongan bertolak menuju Kota Solo pada pukul 06.30 WIB. Tiba sekitar pukul 08.00 WIB di Kwarcab Surakarta, lokasi transit pertama. Di sinilah pengarahan diberikan oleh para pembina. Selain Kak Hasan, ada Kak Anis, Kak Adi, Kak Agung, Kak Agus, dan Kak Rosyid.
Kegiatan kali ini bukan sekadar orientasi medan, tetapi orienteering kota dengan sentuhan digital modern. Tanpa peta kertas, para peserta mengandalkan booklet petunjuk serta gawai—dua ponsel per sangga—untuk menjalankan misi mengambil foto dengan angle terbaik, membuat vlog, hingga penulisan narasi sebagai bentuk laporan.
Sebagaimana lazimnya, sistem beregu pun dibuat. Lima sangga dibentuk, yang terdiri dari, (1) Sangga Perintis, (2) Sangga Pencoba, (3) Sangga Penegas, (4) Sangga Pelaksana, dan (5) Sangga Pendobrak. Masing-masing harus menuntaskan penjelajahan di delapan titik ikon Kota Bengawan. Mulai dari Kraton Mangkunegaran, Legenda Pramuka Kota Solo, Pak Pong. Selain itu, mereka juga mendapat tugas di Pasar Triwindu, Kampung Batik Kauman, Masjid Agung, Keraton Surakarta, serta agenda ekonomis bisnis (ekbis) Pasar Gede. Sore harinya, seluruh sangga harus sudah tiba di di MAN 2 Surakarta, paling cepat pukul 16.30 WIB.
Malam harinya, seluruh peserta dan pembia menyaksikan Wayang Orang Sriwedari. Kerja sama dengan Kwarcab Surakarta membuat akses dan pendampingan semakin optimal.
Di setiap titik, peserta tak hanya mengumpulkan data, tetapi juga merekam pengalaman. Mereka menyimak kisah batik Kauman, menyaksikan denyut Pasar Gede, hingga menikmati pentas Wayang Wong “Geger Wirata” yang menjadi salah satu pengalaman paling memikat.
Menurut salah satu pembina, Kak Hasan mengungkapkan, agenda ini menjadi pengujian, karena kegiatan orienteering kota merupakan kegiatan yang kali pertama adakan. Tantangan waktu, jarak, hingga kreativitas menjadi ujian nyata kecakapan para penegak. “Pramuka adalah pengabdian kepada nusa dan bangsa. Jadikan Pramuka sebagai wahana untuk menempa diri menjadi insan unggul,” demikian pesannya.
Bagi peserta, rasa lelah terbayar oleh pengalaman yang disebut “menarik, menantang, sekaligus membahagiakan”. Jejak langkah yang mereka ukir di Kota Solo bukan sekadar perjalanan, tetapi pelajaran tentang keberanian menjelajah, ketangguhan bekerja sama, dan kegembiraan tumbuh sebagai pandu muda.
Setelah agenda di Kota Solo berakhir, seluruh peserta kembali ke pangkalan pada tengah malam. Mereka akan melaksanakan agenda berikutnya, yakni pengukuhan dan pelantikan Pramuka Penegak Laksana yang dilaksanakan pukul 03.00 sesuai dengan adat di pangkalan SMA Negeri 1 Andong. (*)
Humas Smando


