Memilah sampah di sekolah merupakan hal yang penting. Namun, sudahkah kita mulai memilah sampah yang ada di sekolah ?
Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PSLB3), Rosa Vivien Ratnawati, pada saat Refleksi Akhir Tahun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengungkapkan bahwa angka timbunan sampah didasarkan kepada asumsi dalam sehari, rata-rata atau orang menghasilkan sampah sebesar 0,7 kg.
Timbunan sampah adalah volume atau berat sampah yang dihasilkan dari sumber sampah pada wilayah tertentu per-satuan waktu. Timbunan sampah yang tidak dikelola dengan baik, maka akan menimbulkan permasalahan terhadap Kesehatan manusia dan lingkungan, bahkan mampu menjadi mesin pembunuh yang bisa merenggut nyawa.
Untuk dapat semakin memudahkan proses daur ulang, pemilahan sampah juga dapat dilakukan di tingkat perkantoran, hal ini sekaligus menjadi langkah awal untuk semakin mewujudkan Zero Waste School.
Apa Manfaat Memilah Sampah di Sekolah
Selain menumbuhkan kebiasaan baik bagi siswa, guru dan karyawan untuk bijaksana mengelola sampah, ternyata pemilahan sampah juga membawa banyak manfaat baik. Beberapa manfaat tersebut antara lain dapat meningkatkan jumlah sampah yang akan didaur ulang, mengurangi jumlah sampah yang harus berakhir begitu saja di lingkungan dan TPA, hingga mencegah bercampurnya sampah yang dapat membahayakan tanah dan lapisan ozon.
Jenis Sampah yang Lazim Ditemukan di Sekolah
- Sampah Plastik
Sampah di sekolah umumnya didominasi plastik sekali pakai (bungkus makanan/botol) yang jika tidak dikelola menyebabkan lingkungan kotor, bau, dan mengganggu kesehatan serta konsentrasi belajar. - Sisa Makanan
Menurut data dari Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, setiap orang di Indonesia dapat menghasilkan sampah makanan hingga 300 kilogram setiap tahunnya. Untuk menghindari sampah makanan yang menumpuk di sekolah, dapat membiasakan untuk menghabiskan makanan selain itu, membawa pulang sisa makanan dan mengolahnya menjadi kompos di rumah. - Produk sekali pakai
Botol plastik dan alat makan sekali pakai berpotensi sering ditemukan di kantin sekolah. Padahal melansir National Geographic Indonesia, Indonesia menjadi negara keempat pengguna botol plastik terbanyak di dunia dan tercatat penggunaan botol plastik di Indonesia telah mencapai 4.82 miliar.
Sebagai alternatif, kita dapat membawa tumbler dan alat makan pribadi yang dapat dipakai berulang kali. Membawa bekal dari rumah juga dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi penggunaan plastik dan alat makan sekali pakai.
Salah satu fungsi dari sekolah adalah memberikan ilmu beserta pemahaman kepada peserta didik agar mengubah tingkah lakunya menjadi lebih baik, sehingga mampu memberikan peran positif di lingkungan sekitarnya. Maka, SMA Negeri 1 Andong berkomitmen Bersama-sama untuk mengurangi sampah yang ada di lingkungan sekitar sekolah. Dimulai dari diri sendiri dan bermanfaat untuk orag lain.

